Pilih Laman

Sudah akrab dengan istilah perusahaan IPO pasti. Atau, belum? Jika Anda hendak memulai perjalanan Anda di dunia investasi–utamanya investasi saham–Anda mesti tahu dulu nih hal yang paling mendasar ini. Karena, dari IPO-lah saham suatu perusahaan bisa Anda koleksi.

Apa Itu IPO?

Sekilas saja, IPO atau Initial Public Offering, yaitu proses penawaran saham sebuah perusahaan untuk pertama kalinya agar dibeli oleh publik. Kadang proses ini disebut juga dengan go public, karena memang transaksinya dibuka untuk umum, dalam hal ini ya investor yang beraktivitas di pasar saham.

Lantas, kenapa perusahaan IPO? Apakah itu berarti perusahaan tersebut kekurangan modal? Iya dan tidak.
Ini yang akan kita bahas sekarang. Yuk, ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Apa Alasan Perusahaan IPO dan Menjual Saham?

Ini Dia Alasan Perusahaan IPO dan Menjual Sahamnya pada Publik

1. Untuk mendapatkan status Tbk

Setelah perusahaan melakukan IPO, maka dengan demikian, yang bersangkutan akan memiliki status sebagai perusahaan tercatat di BEI.

Bagi pelaku bisnis–apalagi bisnis di bidang yang cukup strategis–hal ini sangat penting karena berhubungan dengan prestise perusahaan itu sendiri di mata masyarakat, terutama yang menjadi target pasarnya.

Dengan ‘gelar’ Tbk di belakang nama perusahaan, maka itu semacam jaminan, bahwa manajemen perusahaan tersebut sangat baik, dapat dipercaya, dan produknya menjadi jaminan mutu. Dengan status ini, ada semacam jaminan tak kasatmata, bahwa keuntungan perusahaan baik, dan kondisinya sehat sehingga bisa terus beroperasi dan memberikan keuntungan lebih banyak lagi di masa depan.

2. Mendapatkan sumber pendanaan baru

Saat perusahaan IPO, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan sumber dana baru dari investor yang berhasil dijaring saat proses penjualan saham pertamanya.

Modal yang didapatkan dari menjual saham ini kemudian dapat digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis yang sudah direncanakan, sebagai dana penambahan kapasitas produksi, memperlebar area penjualan, membayar utang, bahkan juga diinvestasikan kembali ataupun dipakai untuk mengakuisisi bisnis yang lain untuk memperkuat bisnis utamanya.
Dengan IPO dan menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, perusahaan tersebut meningkatkan rasio ekuitas dan semakin memperkuat struktur permodalannya.

Perusahaan yang sudah IPO juga dianggap memiliki ‘rapor’ keuangan yang baik, sehingga jika mereka mengajukan kredit atau menerbitkan surat utang pun akan lebih lancar prosesnya. Kenapa begitu? Ya, taruhlah kita sendiri sebagai investor, pastinya akan lebih yakin bukan untuk meminjamkan dana pada perusahaan yang sudah mapan, demi mengelola risiko?

3. Meningkatkan nilai

Setelah perusahaan IPO dan kemudian menjadi perusahaan tercatat, maka saat itu pulalah masyarakat investor bisa tahu valuasi sebuah perusahaan.

Setiap kinerja–baik yang meningkat atau yang buruk–akan memengaruhi harga saham yang diperjualbelikan di pasar sekunder. Meningkat baik atau menurun drastis, hal ini akan mencerminkan nilai perusahaan itu sendiri secara menyeluruh.

“Nilai” ini menjadi sangat penting, salah satunya jika perusahaan harus terlibat dengan institusi perbankan, misalnya. Karena informasi laporan keuangan secara detail bisa diakses oleh siapa pun di Bursa Efek Indonesia, kita jadi tahu kondisi sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Ketika valuasinya bagus, maka ketika perusahaan mengajukan kredit pada bank, hal ini bisa menjadi “senjata” untuk mendapatkan tingkat suku bunga yang kompetitif, karena credit risk perusahaan yang sudah menyandang status Tbk itu akan relatif lebih kecil dibandingkan perusahaan yang masih tertutup, atau bahkan yang belum terkenal.

Dengan informasi yang lebih terbuka ini pulalah, semakin terbuka pula kesempatan atau peluang untuk lebih banyak dikenal oleh publik. Mereka akan lebih mudah memperluas area pasar, karena orang-orang sudah mengenal merek mereka. Pengenalan produk akan lebih mudah, dengan proses marketing yang lebih singkat.

4. Mendapatkan insentif pajak

Ketika perusahaan telah melakukan IPO, maka saat itu juga mereka berhak untuk mendapatkan “diskon” pajak penghasilan sebesar 5% lebih rendah daripada tarif normal wajib pajak dalam negeri.

Begitu saja? Oh, ya pasti dengan syarat:

  • Saham yang tercatat dan diperdagangkan minimal sebanyak 40%
  • Memiliki minimal 300 pemegang saham, dengan masing-masing memiliki kurang dari 5% jumlah saham total.
  • Melengkapi semua persyaratan setidaknya 183 hari kalender, atau satu tahun pajak.

Hal ini sudah diatur resmi dalam Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 yang merupakan Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 Tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

Jadi, semakin banyak perusahaan IPO atau go public, maka hal tersebut menjadi faktor penambah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

5. Menambah loyalitas karyawan dan memperbaiki employer branding

Dari sisi Human Resources, perusahaan IPO ternyata berperan tak kalah pentingnya dibanding sisi bisnis.

Dengan tersandangnya status Tbk, perusahaan akan lebih mudah menjaring sumber daya manusia yang berkualitas, lantaran tenaga kerja pada rebutan ngelamar kalau ada lowongan pekerjaan. Tinggal pilih saja yang paling sesuai. Tanpa harus employer branding, sudah jalan deh dengan IPO.

Nah, itu dia beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan IPO atau go public, dan menjual sahamnya pada investor seperti kita.

Sampai di sini, jadi makin yakin untuk mulai berinvestasi saham kan? Selamat berinvestasi!

 18 total views