Pilih Laman

Pengelolaan gaji bisa dikategorikan sebagai salah satu soft skill yang benar-benar memerlukan keahlian khusus. Gaji yang enggak dikelola dengan baik–seberapa pun besarnya–maka akan sia-sia saja; enggak akan pernah dapat mencukupi kebutuhan hidup kita. Namun, kalau dikelola dengan baik, gaji 3 juta di Jakarta juga bisa dicukupkan.

Prinsipnya adalah pada pengelolaan arus kas.

Jadi, apa nih yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan pribadi dengan gaji yang “hanya” sebesar 3 juta saja? Ikuti langkah-langkah berikut ini ya.

Langkah Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji 3 Juta

7 Langkah Mengatur Keuangan Pribadi dengan Gaji 3 Juta

1. Tentukan proporsi pos pengeluaran

Dalam kata lain, budgeting alias membuat anggaran. Proporsi pos pengeluaran ini pada umumnya bisa kita kategorisasikan ke dalam beberapa kelompok. Berikut pedoman yang umum digunakan:

  • Belanja untuk kebutuhan hidup: kurang lebih 50%
  • Cicilan utang: maksimal 30%
  • Investasi: minimal 10%
  • Lain-lain: 10%

Untuk pos cicilan utang, angka 30% sudah sangat maksimal, demi kesehatan keuangan Anda. Kalau lebih, Anda harus segera mencari solusi agar dapat mengurangi persentasenya hingga sebisa mungkin di bawah 30%. Hidup dengan cicilan utang itu terlalu berat. Percaya deh.

Persentase yang lain bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

2. Buat tujuan keuangan

Kepingin hidup seperti apa sih Anda ke depannya? Pengin menikmati masa depan yang seperti apa, 10 tahun lagi, misalnya? Pengin menjalani masa pensiun yang seperti apa, tinggal di mana?

Jawaban-jawaban Anda atas pertanyaan di atas bisa dijadikan sebagai tujuan keuangan Anda. Sebagai pekerja dengan gaji 3 juta, pastinya kita tetap pengin dong kehidupan yang layak, nyaman, dan serbapas. Pas butuh rumah, ada uangnya. Pas butuh sekolah untuk anak, ada dananya. Pas mau masuk usia pensiun juga tetap bisa mandiri, meski sudah tak ada active income lagi.

Kondisi yang serbapas ini tidak akan bisa kita capai, jika tidak direncanakan dengan baik. So, buat tujuan keuangan, dan kemudian buat rencana untuk mewujudkannya.

3. Audit pengeluaran

Ini sangat perlu, meski kebanyakan orang malas banget melakukannya. Apakah Anda termasuk salah satunya?

Anda harus menyadari betapa pentingnya mengaudit pengeluaran, terutama bagi Anda yang memiliki gaji 3 juta yang pas-pasan ini:

  • Bantu mengendalikan belanja selama sebulan.
  • Membantu kita untuk mengevaluasi kondisi kesehatan keuangan kita.
  • Kita jadi tahu, gaji habis untuk apa saja.
  • Kita bisa segera mencari solusi untuk masalah keuangan, jika tahu sumber permasalahannya dengan mencermati catatan ini.

Jadi, cobalah untuk mulai melakukannya. Sedikit demi sedikit, nanti lama-lama akan menjadi kebiasaan. Mulai kebiasaan ini dari sekarang.

4. Investasi di depan

Di poin ketiga, Anda sudah merumuskan tujuan keuangan yang berisi cita-cita dan mimpi Anda di depan. Untuk mewujudkannya, Anda perlu membuat rencana. Di dalam rencana keuangan tersebut ada investasi, agar memungkinkan Anda punya dana cukup untuk mewujudkan cita-cita itu.

Mengapa perlu ada investasi di situ? Ya, karena kalau hanya dengan menabung, dana kita enggak akan pernah cukup. Ingat, ada inflasi yang berlaku di sini loh! Karenanya, kita perlu investasi.

Menggunakan uang sisa gaji 3 juta untuk berinvestasi di akhir bulan adalah cara yang kurang tepat. Anda harus menyisihkannya di depan. Kenapa? Karena enggak pernah ada yang namanya uang sisa.

Gaji 3 juta, 10 juta, 30 juta sebulan, enggak pernah akan menyisakan uang. Jadi, alokasikanlah gaji Anda untuk investasi di depan.

5 Hal yang Dapat Mengacaukan Arus Kas Keuangan Pribadi tanpa Anda Sadari

5. Kebutuhan vs keinginan

Ini adalah nasihat usang, tapi masih sangat efektif sampai sekarang, terutama jika Anda punya gaji 3 juta yang pas-pasan ini, sebagai salah satu cara mengendalikan belanja.

Kadang–yah, namanya juga manusia–kita pengin sesuatu yang bikin hepi tapi sebenarnya bukan termasuk kebutuhan utama. Sesuatu yang kita beli karena pengin, padahal kalaupun enggak beli, hidup kita juga baik-baik saja. Misalnya apa? Pesan kopi kekinian via aplikasi online setiap hari, gadget keluaran terbaru dan terupdate, layanan streaming musik, film, dan lain sebagainya.

Boleh kok, mengeluarkan uang buat senang-senang seperti ini. Malah harus, biar kita juga hepi, nggak stres, kesehatan mental terjaga, ya kan? Tapi, jangan sampai hal ini menimbulkan masalah lain. Masalah keuangan, misalnya.

Jadi, balik lagi ke poin pertama: alokasikan pos pengeluaran, termasuk untuk hal-hal ini. Selebihnya, Anda harus bisa memilah, mana yang menjadi kebutuhan mendesak (dengan tanda, bahwa hidup Anda ke depan akan sulit jika tidak memilikinya) atau keinginan semata (ketika barang yang diingini sebenarnya sudah ada di rumah, atau bisa diganti dengan barang lain yang harganya lebih terjangkau).

Kebijakan Anda untuk memilah ini akan menentukan.

6. Prioritas dana darurat

Dana darurat adalah dana yang dapat kita gunakan ketika kondisi darurat, seperti sekarang misalnya. Di saat pandemi ini, mungkin penghasilan Anda menurun, atau malah hilang sama sekali. Anda akan bisa bertahan hidup jika Anda punya dana darurat.

Jadi, ada investasi, ada juga dana darurat? Iya. Nggak cukup dong dengan gaji 3 juta! Cukup, dengan Anda membuat skala prioritas. Untuk sekarang, Anda bisa memprioritaskan untuk memenuhi dana darurat dulu. Di titik tertentu, Anda bisa berpindah ke prioritas tujuan keuangan selanjutnya.

Berapa besar dana darurat yang perlu kita miliki? Tergantung kondisi kita sih. Biasanya antara 3 kali pengeluaran rutin, jika Anda masih single, sampai 12 kali pengelaran rutin jika Anda sudah berkeluarga dengan 2 anak, atau jika Anda seorang freelancer.

7. Cari penghasilan tambahan

Untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran, ada baiknya Anda berusaha mencari penghasilan tambahan, agar keuangan Anda cukup longgar selain gaji 3 juta yang Anda terima.

Anda bisa mencoba berdagang apa pun, atau menawarkan jasa tertentu yang sesuai dengan hobi atau keahlian.

Demikian langkah-langkah mengatur gaji 3 juta agar dapat mencukup kebutuhan hidup. Anda sudah lakukan yang mana saja nih sekarang? Baru beberapa atau sudah semuanya?