Pilih Laman

Konon, mencapai kebebasan finansial itu lebih penting ketimbang sekadar “menjadi kaya”. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju?

Dua-duanya memang merujuk ke sebuah status keuangan seseorang sih, tetapi feel-nya berbeda. Kebebasan finansial ada pengaruh elemen “secure” alias merasa aman, dengan masa depan yang sudah terencana dengan baik. Sedangkan, menjadi kaya? Hmmm, sepertinya belum tentu.

Kebebasan finansial umumnya dipahami sebagai kondisi ketika kita sudah memiliki tabungan yang cukup, aset yang memadai, bebas utang konsumtif, mampu hidup dengan gaya hidup yang memang kita pilih, dengan masa depan yang juga sudah terjamin dan terencana dengan baik.

Terdengar sangat nyaman, bukan? Tapi, bagaimana caranya?

Begini Cara yang bisa Anda Lakukan untuk Mencapai Kebebasan Finansial

1. Tentukan tujuan hidup (aka tujuan keuangan)

Salah satu hal yang bisa membuat Anda tidak dapat mencapai kebebasan finansial adalah ketika Anda tidak punya tujuan hidup atau cita-cita, yang kemudian menjadi tujuan keuangan Anda.

Kebebasan finansial seperti apa yang kamu inginkan? Bebas utang? Punya dana pensiun yang cukup untuk bisa pensiun sejahtera? Punya tabungan saham di berbagai perusahaan terkemuka, sehingga bisa menjadi bekal masa depan nanti?

Tuliskan dengan rinci, apa saja yang Anda inginkan untuk hidup Anda. Semakin spesifik keinginan dan cita-cita Anda, semakin tinggi niat Anda untuk mewujudkannya.

2. Kelola utang

Salah satu hal yang bisa membuat Anda terhambat untuk bisa mencapai kebebasan finansial adalah utang yang terlalu banyak. Yuk, cek kondisi utang Anda saat ini?

Punya utang untuk apa saja? Masih harus mencicil berapa lama? Berapa banyak kekurangannya? Berapa bunganya? Apakah mungkin untuk dilunasi lebih cepat?

Ada 2 jenis utang yang harus Anda perhatikan, yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang Anda miliki untuk mendapatkan barang yang nilainya bisa bertambah seiring waktu. Misalnya, rumah dan tanah. Utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk membeli barang yang akan mengalami devaluasi, alias penurunan nilai seiring pemakaiannya secara berkelanjutan.

Kelola dan pahami karakteristik utang dengan bijak. Perhitungkan kemampuan Anda untuk membayar. Jangan pernah memiliki utang dengan jumlah total 30% dari pemasukan rutin Anda. Jika sekarang posisinya sudah melebihi dari 30%, maka segeralah mencari solusi agar dapat menguranginya. Mulailah dari utang dengan bunga terbesar, atau yang dengan cicilan tercepat. Lebih cepat utang lunas, maka kebebasan finansial akan selangkah lebih dekat.

Mengapa Harus Mulai Investasi di Usia Muda?

3. Jadikan investasi dan menabung sebagai kebiasaan

Salah satu syarat agar dapat mencapai kebebasan finansial adalah menjalani masa depan penuh kepastian. Tsah.

Karena itu, perencanaan masa depan seharusnya sudah menjadi kebiasaan keuangan Anda sejak awal. Jadikan investasi dan menabung sebagai rutinitas bulanan, bahkan harian. Anda dapat menabung untuk tujuan apa saja; untuk dana darurat, untuk biaya pernikahan, dana DP rumah, dana pendidikan anak, hingga dana pensiun.

Anda dapat mencoba cara atau metode menabung yang paling sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya, buat rekening tabungan terpisah dengan rekening operasional, lalu supaya enggak lupa, menabunglah dengan cara autodebet dari satu rekening ke rekening lain. Atau bisa juga Anda mulai dengan menabung receh setiap hari. Ketika nominal sudah cukup, Anda topupkan ke instrumen investasi pilihan Anda.

Tentukan jangka waktu investasi Anda sesuai kebutuhan, yaitu investasi jangka pendek (untuk keperluan-keperluan yang akan segera dipenuhi) dan investasi jangka panjang–yang biasanya butuh nominal lebih besar. Lalu, sesuaikan instrumennya sesuai kebutuhan. Mulailah investasi secepatnya, agar lebih ringan beban Anda.

4. Hidup sesuai kemampuan

Balik lagi ke utang. Kadang, ada orang yang hobi utang karena ia hidup dengan gaya yang tidak sesuai dengan kemampuan finansialnya. Penyebabnya banyak. Kalau begini caranya, makin kecillah peluang untuk bisa mencapai kebebasan finansial secepatnya.

Ada baiknya, kita memiliki gaya hidup yang sesuai dengan kemampuan. Toh setiap orang memiliki linimasa masing-masing, pun punya prioritas hidup yang berbeda. Tak perlu sama dengan orang lain kan?

Be yourself, because everyone else is taken. Begitu katanya.

Dengan hidup sesuai dengan kemampuan, kita jadi bisa mengendalikan keuangan dengan lebih baik. Banyak hal yang bisa direncanakan dengan uang kita yang dipakai secara bijak. Dan, di masa depan atau bahkan di masa sulit, uang akan dapat membantu kita melewatinya dengan selamat.

Kesalahan Mengelola Keuangan yang Sering Dilakukan oleh Anda yang Berusia 20-an

5. Update informasi dan upgrade diri

Sudah pernah dengar kan, bahwa investasi terbaik adalah investasi pada otak. Yes, jadi jangan pernah kendur semangat untuk belajar lebih banyak. Mulai dari keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk karier Anda, hingga keterampilan mengelola keuangan pribadi.

Belajarlah dari banyak media, mulai dari membaca-baca artikel online, buku, hingga follow akun-akun media sosial yang memang sering bagi-bagi ilmu keuangan dan keterampilan lain yang sesuai dengan minat Anda.

Belajar bisa dari mana saja, dari siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Oke, siap untuk mencapai kebebasan finansial sekarang? Yuk, mulai rencanakan!